Menaiki kereta api menuju kota kelahiran adalah salah hal yang menyenangkan. Tempat duduk dekat jendela adalah tempat favorit. Semakin jauh meninggalkan Surabaya seakan masalah berangsur-angsur menjauh. Sambil mendengarkan musik di playlist dan memandangi pemandangan di luar jendela sambil memikirkan berbagai hal. Memikirkan tentang hal yang akan dilakukan di tempat tujuan, atau sekedar berkhayal tentang masa depan. Sesekali terlihat orang yang berlalu-lalang melewati jalan disepanjang gerbong yang sepertinya mencari tempat duduknya. Adakalanya berhenti barang sejenak di stasiun yang dilewati untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Stasiun demi stasiun penumpang lama digantikan oleh penumpang baru. Ada pula yang masih bertahan dikursinya karena tujuannyayang jauh.
Sinar matahari sore kekuningan menerobos masuk melalui jendela kiri. Sinar yang hangat dan menimbulkan suasana tenang sore hari. Dibarengi dengan suara bising mesin kereta api yang diselingi dengan klakson yang berbunyi ketika melewati persimpangan. Terlihat banyak penumpang yang melakukan berbagai aktifitas. Ada yang sedang makan, ada yang tidur, ada yang ngobrol, ataupun sekedar diam. Semua ras, suku bangsa, warna kulit, dan strata ekonomi menyatu dalam satu kereta menuju ke tempat tujuan yang sama.
Kereta pun sampai di tempat tujuan, dan aku pun turun. Sekedar melemaskan pinggang yang pegal karena terlalu lama duduk, kemudian keluar stasiun. Kemudian berhamburan tukang becak menawarkan jasanya. Gelengan kepala dan tangan diangkat menandakan menolak. Kemudian berjalan keluar gerbang stasiun dan terlihat alun-alun yang ramai depan stasiun. Akupun berdiri terdiam sejenak untuk berfikir dan terdengar suara kereta apiku meninggalkan stasiun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar