Pages

Senin, 23 Juli 2012

Ada "udang" dibalik latihan nyetir

Hari ke-1
-Sesi latihan pagi --> di lapangan
Latihan melewati gawang dengan berbagai posisi, latihan belok melewati gawang dengan sudut sempit, mundur sambil berbelok kemudian masuk ke gawang tanpa nabrak, dan selama latihan melatih feeling.
Kemudian test drive di jalan dengan tingkat kesulitan LOW (jalanan tak begitu ramai, jalan lebar, dan tak begitu rusak).
-Sesi latihan sore --> di jalan
Latihan dilakukan di jalan dengan tingkat kesulitan MEDIUM (jalanan ramai, jalan lebar, dan tak begitu rusak). Selain itu belajar putar balik dan melatih feeling.

Hari ke-2
-Sesi latihan sore --> di jalan
Latihan dilakukan di jalan dengan tingkat kesulitan HARD (jalanan ramai dengan mobil truk, jalan agak sempit, dan kerusakan jalan ringan). Kemudian belajar masuk dan antri pom bensin. Selain itu melewati pasar yang ramai karena menjelang berbuka puasa.

Hari ke-3
-Sesi latihan pagi--> di jalan
Latihan dilakukan dari rumah hingga menuju sebuah tempat yang lumayan jauh yaitu Leces. Tingkat kesulitan VERY HARD (jalanan ramai, lebar jalan sangat sempit, kerusakan jalan parah disertai kemiringan). Latihan yang sangat melelahkan tetapi berhasil aku lalui.

Dengan latihan keras, yang aku lalui hingga tetes keringat dan darah terakhir, akhirnya aku dinobatkan sebagai.....

...."SUPIR MUDIK CADANGAN"

-_______-

Minggu, 22 Juli 2012

Kura-kura dan kupu-kupu

Dulu....
Masuk FKG ga tahu harus bagaimana. Lama kelamaan, dengan dibimbing oleh senior, akhirnya aku menjadi mahasiswa kura-kura. Sebuah istilah untuk mahasiswa yang memiliki rutinitas organisasi, disamping akademik, dimana ketika pulang tak langsung ke rumah tapi ada rapat atau kegiatan lain yang semacamnya. Semua berjalan lancar, karena memang semester 1 kegiatan akademik masih ringan. Banyak manfaat yang didapat, pengalaman, tanggung jawab, dan banyak teman.

Kemudian...
Semua menjadi berubah, ketika kegiatan akademik semakin banyak dan berat. Dan kegiatan organisasi pun semakin banyak, seperti besi yang tertarik oleh magnet. Semua menjadi semakin buruk, ditunjang dengan manajemen waktu yang buruk, semua menjadi gelap. Akademik terjun bebas dan organisasi keteteran. Semua seakan lingkaran setan, mudah untuk masuk tetapi sangat sulit untuk melepaskan diri.

Akhirnya...
Semester baru dimulai, masa bakti organisasiku berakhir, ada kesempatan untuk mengikuti periode selanjutnya, tetapi tidak aku lakukan. Keputusan yang aku ambil, keputusan yang sangat berat. Kuputuskan untuk fokus kembali ke akademik. Karena aku punya tanggung jawab sebagai pemegang beasiswa. Merasa bersalah ketika akademikku buruk. Meski banyak yang kecewa, meski banyak yang ga percaya, meski banyak yang menggunjing, biarlah, ini adalah keputusanku, harus aku pegang teguh dengan segala resiko.

Sekarang...
Kegiatan akademik membaik dan aku belajar tentang manajemen waktu. Hingga suatu ketika aku merindukan kegiatan organisasi. Kemudian aku mengikuti kepanitian, tak tanggung-tanggung, aku langsung dicalonkan jadi ketua. Sebuah hal yang tak dikira dan tentunya tak kuharapkan. Setelah bersikukuh menolak, akhirnya aku menjabat sebagai koor. Meski berat tapi aku terima sebagai konsekuensiku mengikuti kepanitiaan. Caraku mengatur grup yang aku bawahi, berbeda dengan dulu, dan aku harap ini lebih baik.

Dan juga...
Aku pun mengajak pacar untuk ikut panitia. Dia sejak kuliah tak pernah ikut panitia atau organisasi karena memang lingkungannya tak mendukung. Aku ajak dia untuk mengenalkan tentang dunia organisasi. Kuakui, pengalaman yang didapat ketika organisasi sangatlah banyak, dan aku yakin sangat berharga untuk masa datang. Mungkin ini kesempatan terakhir untuk ikut kepanitian sebelum klinik. Dan dia bersedia dengan senang hati. Aku yakinkan bahwa ini keputusan yang dia ambil dan harus bertanggung jawab atas segala keputusannya. Dan aku tekankan bahwa tak ada yang mudah di dunia ini, begitu pula kepanitiaan.

Kuyakin...
Ketika kita memiliki kemampuan dan kita tidak menggunakan untuk membantu sesama, itu adalah sebuah kesalahan. Sangat melelahkan memang, tapi kalau bukan kita, siapa lagi....

Selasa, 17 Juli 2012

Naik kereta api tut tut tut....

Menaiki kereta api menuju kota kelahiran adalah salah hal yang menyenangkan. Tempat duduk dekat jendela adalah tempat favorit. Semakin jauh meninggalkan Surabaya seakan masalah  berangsur-angsur menjauh. Sambil mendengarkan musik di playlist dan memandangi pemandangan di luar jendela sambil memikirkan berbagai hal. Memikirkan tentang hal yang akan dilakukan di tempat tujuan, atau sekedar berkhayal tentang masa depan. Sesekali terlihat orang yang berlalu-lalang melewati jalan disepanjang gerbong yang sepertinya mencari tempat duduknya. Adakalanya berhenti barang sejenak di stasiun yang dilewati untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Stasiun demi stasiun penumpang lama digantikan oleh penumpang baru. Ada pula yang masih bertahan dikursinya karena tujuannyayang jauh.

Sinar matahari sore kekuningan menerobos masuk melalui jendela kiri. Sinar yang hangat dan menimbulkan suasana tenang sore hari. Dibarengi dengan suara bising mesin kereta api yang diselingi dengan klakson yang berbunyi ketika melewati persimpangan. Terlihat banyak penumpang yang melakukan berbagai aktifitas. Ada yang sedang makan, ada yang tidur, ada yang ngobrol, ataupun sekedar diam. Semua ras, suku bangsa, warna kulit, dan strata ekonomi menyatu dalam satu kereta menuju ke tempat tujuan yang sama.

Kereta pun sampai di tempat tujuan, dan aku pun turun. Sekedar melemaskan pinggang yang pegal karena terlalu lama duduk, kemudian keluar stasiun. Kemudian berhamburan tukang becak menawarkan jasanya. Gelengan kepala dan tangan diangkat menandakan menolak. Kemudian berjalan keluar gerbang stasiun dan terlihat alun-alun yang ramai depan stasiun. Akupun berdiri terdiam sejenak untuk berfikir dan terdengar suara kereta apiku meninggalkan stasiun.
Ketika merasa bahwa dunia begitu sempit...hingga membuat terasa terhimpit
Ketika merasa ada yang mengintai dari kegelapan...seakan-akan ingin menerkam
Ketika pikiran mulai gundah dan tak mampu berfikir...
Ketika masalah serasa semakin besar dan semakin menyulit...
Ketika angin malam terasa begitu menyakitkan mengenai kulit...
Ketika teriknya matahari terasa menusuk-nusuk dan menyilaukan...
Ketika pengalihan apapun terasa sia-sia...
Ketika kesenangan hanya menghibur dipermukaan...
Ketika seakan terasa tak ada lagi jalan keluar...
Dan ketika semua semakin memburuk...dan semakin buruk
Apa yang harus dilakukan...???

Kamis, 12 Juli 2012

be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble be humble .............
Stone and iron can break my bone, but a name never hurt me...

Mencari dan mencari

apakah ini terlalu lama?
apakah ini setimpal?
ataukah ini kebodohan?

6 semester....

Kiranya tidak ada batasan untuk sebuah pencarian.
Tidak ada yang sia-sia untuk sebuah perjuangan.
Menghabiskan waktu untuk sebuah tujuan.
Meski kadang pasang-surut.
Ini adalah jalan hidup yang dipilih.
Tak ada yang salah dalam memilih.
Ketika dilandasi oleh sebuah prinsip.
Meski kegelapan lebih sering menemani.
Meski kerikil telah banyak terinjak.
Tak boleh patah semangat.
Hidup akan lebih berarti bila memiliki keyakinan.
Hingga akhirnya sampai di sebuah titik.
Dimana sinar matahari terasa begitu hangat.
Lelah ini terbayar lunas tuntas.

6 semester...setimpal untuk sebuah penemuan.