Pages

Kamis, 26 Januari 2012

KKN ceria


KKN ceria, dua buah kata yang sepertinya cocok untuk disandarkan dengan kegiatan saya saat ini. Yaa dengan segala keterbatasan wilayah geografis yang cukup sulit, kita malah bisa menikmatinya. Suasana desa yang benar-benar masih hijau dan seperti tidak tersentuh dengan polusi perkotaan. Jalan yang berlumpur menjadi tantangan buat kita dalam menjalankan program sehari-hari, dan itu malah menjadi hiburan buat kita. Suara hewan ternak menjadi musik latar setiap hari. Penduduk yang ramah dan murah senyum yang selalu membalas sapaan kami. Induk semang yang memegang prinsip melayani tamu sebaik-baiknya benar-benar diterapkan beliau. Hingga berefek pada berat badan kami yang meningkat. Kita merasa seakan-akan ini rumah sendiri. Ga tega untuk membayangkan bagaimana kita akan merasa berat untuk meninggalkan rumah sederhana namun penuh kehangatan ini.

Berbeda dengan kehidupan di kota, di desa Meduri ini kekeluargaan benar-benar terasa. Tolong-menolong dan kegotong-royongan terlihat jelas di desa ini. Kami pun merasakan atmosfer kehangatan ketika kita berjalan menyusuri desa ini. Penduduk yang kita lewati selalu memberi respon yang sama, menyapa dengan senyum tulus dan mempersilahkan kita untuk mampir. Kepala desa yang mendedikasikan hidupnya untuk desa ini sangat kita rasakan. Orang yang rela meninggalkan kehidupan yang mapan hanya untuk membangun desanya dari minus menjadi nol, yahh itu lah visi sederhana seorang Bapak Hari, kepala desa Meduri.

Foto di atas adalah foto ketika kita menanam 77 bibit pohon mahoni di tanah pekuburan bersama Pak Wo, orang yang sepertinya bertanggung jawab terhadap lingkungan desa. Kami benar-benar menikmati kegiatan demi kegiatan yang kami lakukan. Ga ada keterpaksaan atau tekanan, karena kami melakukan dengan ceria.

Rabu, 11 Januari 2012

11 Januari 2012

Kata-kata setahun yang lalu...

Kata-kata mempertemukan kita dalam kebetulan yang pasti...
Kata-kata mendekatkan kita pada kebiasaan...
Kata-kata mengakrabkan kita pada jalinan hangat pertemanan...
Kata-kata mengingatkan kita untuk saling benar...
Kata-kata membahagiakan kita satu sama lain...

Kata-kata....

Kata-kata membawa kita jalan bersama di pinggir jalan rerumputan...
Kata-kata mempersilahkan kita duduk dua-duaan...
Kata-kata menyengaja dua mata saling berpandangan...
Kata-kata menyembunyikan diri dibalik lidah kelu...
Kata-kata merayap keluar dengan malu-malu...
Kata-kata membiarkan kita berdebar-debar tak karuan...
Kata-kata memberi jawaban untuk yang bertanya...
Kata-kata menyatukan kita dan saling bergandengan...

Kata-kata...kata-kata...

Kata-kata memberi jalan untuk melangkah bersama...
Kata-kata mengadu kita dalam pertengkaran...
Kata-kata mendamaikan kita dalam senyum...
Kata-kata menyejukkan kita dengan keteduhan peduli...
Kata-kata menghangatkan kita dengan sinar sayang...

Kata-kata mengantarkan kita setahun kemudian...
Kata-kata ingin semoga seterusnya...

Kata-kata agar selalu berdoa....
Kata-kata jalani hidup tanpa muluk-muluk...
Kata-kata untuk ikhlas atas apa kehendak takdir...
Kata-kata serahkan pada Ilahi...hingga...

Kata-kata kembali kepada-Nya

-Nashrul

Senin, 09 Januari 2012

Air hujan bercampur tanah

Terbangun dari tidur melihat jam dinding menunjukkan pukul empat sore. Segera ku beranjak dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudlu. Ku basuhkan air ke muka basuh demi basuh dan seketika itu kantuk pun meluntur bersama dengan air yang mengalir. Kembali ke kamar kupakai baju khususku untuk menghadap Sang Pencipta, baju koko putih dan sarung berwarna cokelat kotak-kotak, kuhamparkan sajadah lebar berwarna cokelat muda di lantai, dan kumulailah ritual penyembahan "Allahu Akbar..."

Setelah selesai sholat dan berdoa, memohon kekuatan dan kebahagian untuk orang-orang yang aku sayangi, kutersadar suara yang tak asing aku dengar, tetes demi tetes syahdu suara hujan yang tidak terlalu lebat. Setelah membereskan perlengkapan sholat, aku pun beranjak ke teras rumah. Kemudian aku duduk di sebuah kursi panjang terbuat dari rotan berwarna coklat muda dengan bantalan berwarna cokelat tua. Hanya duduk diam dan mendengarkan bunyi rintik-rintik hujan, melihat tetes demi tetes air jatuh dan menghujam tanah seakan-akan malaikat yang jatuh ke bumi. Sungguh menenangkan dan mendamaikan hati, inilah meditasiku. Bau khas petrichor merupakan hal yang paling aku suka, pikiranku pun terhipnotis untuk membayangkan kembali kenangan masa lalu. Semakin dalam kuhirup baunya, semakin aku terbawa kemasa lalu. Dan terbayanglah bocah kecil berumur sekitar 5 tahun yang bermain di pinggir rumah yang kala itu masih gerimis. Bocah itu dengan tangan kecilnya memainkan genangan air hujan. Dengan wajah sangat bahagia dia bermain dengan menyanyikan lagu anak-anak. Di sampingnya terlihat perempuan separuh baya sedang memegang piring berisikan nasi dan lauk ayam kesukaan anak itu. Sesekali dia bilang ke anak itu "Ayo le aaaakk...." dan anak tersebut pun membuka mulutnya, dan wanita tersebut pun menyuapkan sesendok nasi dan lauk ayam. Anak tersebut pun mengunyah makanan sambil terus sibuk memainkan air, tidak lama anak tersebut berkata "Ibu krupuknya manaaa??" kemudian wanita tersebut menyuil ujung krupuk yang dia taruh dipiring dan menyuapkan ke anak tersebut. Anak pun mengunyah lagi makanannya dan kemudian melanjutkan memainkan air hujan yang sangat dia suka. Dengan tangan kecil dia menggerakkan di air, entah berimajinasi tentang apa, yang jelas keluguan dan ke-apa ada-nya yang tersirat dari tingkah polos anak tersebut. Harapan tentang sebuah masa depan yang damai terpanggul di pundak seorang anak kecil.

Kemudian aku pun tersentak dan kembali dari kenangan masa lalu. Tersadar bahwa hujan sudah mereda dan waktu sudah mau magrib. Aku pun beranjak dari kursi dengan wajah cerah. Telah timbul sebuah semangat baru untuk menjalani hidup ini dengan penuh arti. Teringat cita-cita masa lalu semakin merasuk hingga pembuluh nadiku. Tekadku pun semakin bulat "Jadi apa pun aku nanti tak masalah, hidup sekali harus berarti."

Minggu, 08 Januari 2012

Bad day....just bad day.

Niat pengen posting dari kemaren-kemaren, apa daya terjadi mood disaster. Akhirnya baru bisa nulis sekarang, yaa disela-sela belajar farmakologi, alhamdulillah bencana udah berlalu, meskipun meninggalkan parut. Setidaknya kehidupan harus tetap berjalan, seperti kata orang teater "the show must go on." Semoga saja bersamaan dengan berpacunya waktu, semua luka bisa segera sembuh, meskipun meninggalkan bekas setidak-tidaknya ga nyeri.

Menyadari dari sejak lama kalo yang namanya hubungan pasti ada naik turunnya, dan semoga saja hal itu tidak terulang lagi. Aku udah berpesan sama dia "Ini mungkin ga akan sama seperti dulu, aku ga mau muluk-muluk seperti dulu, kita sekarang pacaran ga perlu lagi merencanakan terlalu jauh, yahh jalani aja, ga mau lagi terulang kejadian kemaren." Aku ga mau mengumbar harapan, begitu pun terhadap aku sendiri, aku hanya bisa berdoa agar diberi yang terbaik.

Gamau lagi menjalin jaring-jaring merah muda, masa depan, yang terlalu muluk dengan siapapun, hanya ingin jalani aja hidup ini sesuai dengan garis yang sudah ditentukan. Cita-cita masih ada tentunya dan akan tetap aku pegang teguh apapun yang terjadi. Tapi kalo untuk masalah cinta, kita jalani aja ya. Kita sekarang berpacaran ga perlu lah mengumbar masa depan. Guruku pernah bilang "Masa depan adalah fatamorgana, yang ada sebenarnya adalah sekarang." Setuju dengan beliau, sangat setuju.

Semangat Nashrul, dulu ketika kamu benar-benar dalam kesendirian, kamu dapat menyemangati dirimu sendiri. Seharusnya kamu sekarang pun bisa. Sekarang kamu ga sendiri lagi, ada banyak orang-orang disekitarmu yang peduli denganmu. Kalaupun kau terjatuh, bangunlah, terjatuh lagi, bangunlah, terjatuh lagi, bangunlah. Ga ada alasan untuk menyerah. Allah menyukai hambanya yang bersabar. Tetaplah menjadi penyabar.

Sweet Sugar Story (3)

Hubungan mereka pun menjadi semakin dekat, mereka jadi sering makan bareng. Dan diantara percakapan-percakapan yang terjadi, Nas akhirnya tahu kalo Cil putus sejak lama dengan pacarnya. Dan pada suatu malam dipertengahan bulan Desember, Nas mengajak Cil pergi ke Foodfest. Dan tentu saja Cil mengiyakan karena memang ga ada kerjaan. Singkatnya, ketika sampai di sana mereka pun berjalan-jalan dulu melihat keramaian tempat tersebut, kemudian mereka mencari tempat untuk makan. Setelah makan, Nas mengajak Cil untuk muter-muter lagi dan mereka menemukan tempat yang cocok untuk ngobrol, disebuah taman pinggir jalan yang view melihat langit lumayan bagus.

Mereka pun ngobrol seperti biasa, percakapan ringan seperti tentang kuliah, tentang keluarga, atau tentang teman. Dan entah kenapa Nas kemudian menatap Cil dengan sangat dalam. Cil pun mulai salah tingkah, dan bertanya "Kamu kenapa Nas?", Nas pun bilang "Aku pengen ngomong sesuatu." "Ngomong aja, ga apa-apa kok." Dengan agak lama Nas masih terdiam, seakan ingin menyampaikan sesuatu tetapi seperti berhenti ditenggorokan, lidahnya kelu, jantungnya berdebar kencang, seakan-akan gunung yang akan meletus Nas pun memaksakan kata itu keluar secara pelan-pelan. Dan kata itu pun terucap "Aaaaaaaaaku suka sama kamu, aku sayang sama kamu, mau ga jadi pacarku???" Cil pun tertegun, pandangan penuh kaget dia pun mematung. Tidak beberapa lama Cil berkata "Kamu mau ga nunggu aku, aku mau menjawabnya tiga tahun lagi?? jujur aja aku belum siap, sebenernya setelah hubunganku berakhir aku hanya ingin fokus belajar." Dengan sedikit berfikir Nas pun mengiyakan, dia berani menunggunya selama 3 tahun.

Setalah kejadian itu Nas dan Cil malah semakin dekat, dan entah kapan dan kenapa Cil mau menjadi pacarnya Nas. Nas pun kaget "Katanya suruh nunggu 3 tahun?" Cil pun mengelak "Itu kan karena aku lagi bingung dulu, bayangin aku ga ada firasat bakal ditembak kamu, trus tiba-tiba kamu nembak, ya aku kaget. Sebenernya aku mau bilang "Ya" malam itu tapi takut." Akhirnya, Nas dan Cil pun jadian dengan mereka masih menyembunyikan hubungan mereka karena suatu hal.

Kemudian Nas dan Cil merencanakan untuk meremikan hubungan mereka, sehingga hubungan mereka ga disembunyikan, akhirnya Nas memilih tanggal 11 Januari. Berhubung itu pas pertengahan waktu ujian, akhirnya mereka ga nyari yang susah-susah tempatnya. Nas memilih PH sebagai tempat peresmian hubungan mereka. Di sana Nas pun berpura-pura seperti belum jadian dengan Cil. Mereka seperti melakukan drama tentang penembakan seorang cowok kepada cewek. Memang diselingi dengan ketawa, tetapi entah kenapa, atau memang Nas pandai memainkan peran yang notabene mantan anggota teater, dia bener-bener melakukan penembakan layaknya seperti baru pertama. Suasana berubah seketika menjadi khusuk dan penuh adegan perasaan. Dan Cil pun menanggapi dengan bilang "Iya, aku mau jadi pacarmu."

Resmilah Nas dan Cil menjadi sepasang kekasih pada tanggal 11 Januari seperti lagunya band Gigi. "Sebelas Januari berlalu, menjalani kisah bersamamu...."

Semoga kebahagiaan menyertai semuanya.

Sweet Sugar Story (2)

Percakapan di RS pun berlanjut, hingga membahas praktikum skillab, yang waktu itu membuat klamer GTSL, yang Cil tentunya ga bisa nerusin. Kemudian Nas bersedia bantuin buat bikinin klamer tersebut. Selain itu untuk masalah laporan praktikum Faal Nas pun mau bantuin. Dalam hati Cil bahagia sekali dengan adanya Nas yang mau bantuin dia. Kemudian karena udah sore, akhirnya Nas dan temen-temen pamitan untuk pulang. Sampai pintu hampir tertutup Nas masih melihat kearah dalam berharap Cil pun menatapnya, ternyata tidak.

Kemudian, dihari lain, ketika Idhul Qurban, Nas ga pulang dikarenakan ada kegiatan dikampus dan ternyata Cil pun ga pulang. Seperti biasa, sms antara mereka berdua pun saling balas membalas di pagi itu. Entah karena memang mau membayar hutang atau apa, Nas ngajak Cil ke Iga Bakar Leko siangnya. Cil pun setuju, Nas tanya apakah Buhaj juga diajak, dan Cil menjawab terserah, maka Nas pun dengan sedikit malu sms "Ga usah diajak aja deh, lain kali aja." berharap Cil setuju. Tanpa ada pikiran apapun Cil pun setuju.

Akhirnya, siangnya Nas pun menjemput Cil di kosnya. Dengan berbekal alamat dari Cil, Nas pun menyusuri jalan Srikana dan mencari alamat tersebut. Setelah agak bingung, akhirnya sampailah Nas di depan kos Cil, rumah pagar hitam bertembok kuning, sekilas ga nampak seperti kosan, yang depan kosnya ada rumah yang anjingnya ga mau berhenti menggonggong. Ga mau merusak image pertama, Nas memberanikan diri parkir disitu dengan mengabaikian rasa takutnya dengan anjing. Nas pun sms Cil kalo dia udah di depan, dan Cil membalas "Oke, tunggu ya nas." Sambil melihat kesekitar Nas pun menunggu Cil dengan rasa gugup dan berdebar-debar. Cil pun keluar dengan pakain semi formal dan helm hitam bercorak warna-warni.

Sesampainya di Iga Bakar Lek*, Nas pun mempersilahkan Cil untuk duduk di kursi dekat pintu tepat didepannya Nas pun duduk. Tempat makan yang lumayan unik, tembok coklat dengan meja kursi berwarna hitam. Nas menyuruh Cil untuk memilih menu yang Cil mau begitu juga Nas. Setelah dipilih makanan yang cocok dan menyebutkannya ke mas pelayan, kemudian pelayan tersebut pergi. Nas dan Cil pun mengobrol panjang lebar dan tentu saja Cil lebih mendominasi karena dia suka cerita. Dan Nas merasa senang karena dia ga perlu banyak ngomong, terang saja Nas bukan orang yang pandai cerita. Kemudian makanan pun datang dan mereka menyantapnya dengan tentu saja masih diselingi dengan obrolan ringan. Ketika makanan habis mereka tetap mengobrol mulai dari pelajaran sampai curcol. Waktu menunjukkan pukul 16.00, mereka pun sepakat pulang.

bersambung...

Sweet Sugar Story (1)

Pertama kali kedekatan terjadi ketika praktikum faal semester 3, sebut saja Nas dan Cil. Terjadi kurang lebih satu tahun yang lalu.

Pada awalnya hanya sekedar hubungan pertamanan, saling bantu ketika praktikum, saling bagi tugas, saling ejek-mengejek. Benar-benar hubungan yang sangat biasa. Suatu saat dalam perbincangan disela-sela praktikum tekanan darah, sebut saja Buhaj, dia mengatakan "Ciehh kalian cocok lho, jadian aja." Kemudian Cil menyaut "Ga mungkin lah, aku udah punya pacar dan Nas juga punya." Dalam hati Nas berpikir "Sejak kapan aku punya pacar?aku kan masih jomblo sejak dalam kandungan." karena merasa ga terima dan sedikit gengsi akhirnya Nas bilang "Iya dong, aku kan udah punya pacar." Keadaaan kembali seperti semula, tetapi dalam hati masing-masing, Nas dan Cil, terjadi pertentangan dimana keduanya saling sebel karena mengetahui satu sama lain udah punya pacar.

Seiring berjalannya waktu, Nas dan Cil jadi semakin dekat dikarenakan absen mereka yang dekat sehingga sering bareng ketika praktikum. Sebenernya Cil pernah sebel sama Nas, waktu itu, setelah praktikum pasti ada yang namanya buat laporan, dan Cil menugaskan Nas untuk membuat Tipus. Usut punya usut Nas ga bisa ngerjain dikarenakan terbentur dengan kegiatannya yang super padat. Akhirnya, Cil yang mengerjakan tugas itu dan menjilidnya menjadi satu laporan penuh. Dengan perasaan sebel Cil ngasih laporan itu ke Nas untuk dikumpulkan ke bagian Faal. Tetapi, yang namanya benci lama-lama bisa jadi suka.

Diwaktu yang lain, ketika Nas, Cil, Buhaj mengerjakan tugas praktikum faal bersama di kantin. Seperti biasa, ngerjain tugas dengan Nas pasti diselingi dengan guyon-guyonan dan canda-candaan. Entah kenapa, Cil dan Buhaj merasa kalo tugasnya Nas terlalu mudah. Karena tidak mau mengerjakan tugas lagi, Nas menjanjikan mentraktir mereka berdua ke tempat makan namanya Iga Bakar Lek*. Berhubung keduanya belum tau tentang tempat makan itu, dan dengan rayuan maut dari Nas, akhirnya mereka setuju. Tapi masalah waktu belum ditentukan. Sampai beberapa lama, utang itu belum dibayar karena memang ga ada kesempatan.

Hubungan Nas dan Cil jadi semakin dekat, mereka sering sms-an bahkan sesekali YM-an. Pada suatu malam, Nas yang udah perjalanan pulang ke rumahnya di Probolinggo, Nas dapet sms dari Cil, Cil bilang kalo dia lagi sakit demam dan setelah periksa ternyata dia sakit cacar. Ga bisa ngapa-ngapain Nas dalam kereta cuma bisa sms Cil untuk teratur minum obat dan jaga kesehatan. Dan benar saja, ketika hari senin ternyata Cil ga masuk. Dan Nas berinisiatif untuk menjenguk ke RS. Tapi karena dasarnya Nas pemalu akhirnya dia ngajakin temen-temen. Setelah berhasil ngajak temen-temennya akhirnya dia berangkat ke RS yang sebelumnya mampir dulu ke toko buah untuk nantinya diberikan ke Cil. Bodohnya, Nas berangkat dalam keadaan gatau rumah sakit mana dan kamar nomer berapa. Akhirnya dia menelepon sahabatnya, Kinanthi, yang sebelumnya udah menjenguk Cil, untuk menanyakan tentang RS dan kamar tempat Cil dirawat. Setelah sampai RS dan masuk ke kamar tempat Cil dirawat, ternyata udah banyak teman-teman yang datang duluan dan ada juga mamanya Cil yang sedang membereskan alat makan. Dengan langkah pelan dan malu-malu Nas ngasih buah-buahan tersebut, dia letakkan sebungkus buah tersebut di meja dekat jendela. Kemudian perbincangan berlanjut antara temen-temen, Nas, dan Cil.

bersambung...

Jumat, 06 Januari 2012

Ini nih postingan pertama dan terakhir di blog lama

Lady rose - SID

can you stay a little while, can drink this cheap a bottle of wine
got a love song, a broken line
put the rose on your hair full of grass my queen of mistery
can you see can you believe
and all they say it's true
lady rose.......

i can sing a thousand song, i can bring your kiss around town
kiss of angel as sweet as angel
put the rose on your hair full of grass my burnin latin queen
can you see can you believe
and all they say it's true
lady rose.......

when you fall to my arm when you sleep for a thousand year
never will bring you down, down...down...down...
your the heart of the crown
and the blood of all my lifetime
you are my lady rose

your the one my only one ,forever
put the rose on your hair full of grass my queen of mistery
can you see can you believe
and all they say it's true
lady rose.......

Prolog

Ini adalah post pertamaku di blog ini. Tiba-tiba teringat dengan blogku yang udah lama terbengkalai yang last postingnya sejak September 2007. Hahahaha sekarang aku buat lagi dengan alamat baru. Hehehee mungkin karena merasa alamat blog yang lama agak mengandung alay. Perlu diketahui bahwa ini hanya iseng semata. Jadi jika bloger nantinya jarang posting harap dimaklumi. Dan thanks bgt buat sahabatku yang udah ngasih pencerahan tentang blogging. Sebagai wujud terima kasih follow pertamaku buat dia. hhahaaha