Pages

Sabtu, 23 Februari 2013

KETAKUTAN DENGAN KOAS FKG...perlukah???

Kegalauan mahasiswa FKG menjelang kelulusan...maksud saya setelah lulus...yaa KOAS. Apa yang salah sehingga banyak calon dokter gigi muda takut dengan KOAS.
Bolehlah sejenak kita berpikir sejenak, sebenernya akar dari permasalahan ini adalah dari diri sendiri. Banyak orang yang menerima informasi tanpa memfilternya. Kenapa sihh kok bisa takut??jawabannya ya karena kita mendengar dari senior bahwa KOAS ini berat, capek, dan menakutkan. Dan ini berlangsung terus menerus sehingga menjadi sebuah teori pasti bahwa KOAS itu berat dan menakutkan. Seharusnya sebagai seorang senior, tak bolehlah bilang bahwa KOAS itu menakutkan di hadapan juniornya. Hal itu akan menyebabkan ketakutan jauh sebelum KOAS itu dilakukan. Ketika mahasiswa sudah takut, maka secara tak sadar cenderung menjauhi dan menghindari KOAS, dan efeknya tidak ada semangat untuk segera menuju ke jenjang KOAS.

Apa yang harus kita lakukan??
Berubahlah menjadi jiwa yang optimis penuh semangat. Sadari bahwa semakin tinggi kedudukan orang, semakin besar tantangan yang akan dihadapi. Anggap lahh KOAS seperti kuliah atau skillab atau praktikum biasa. Anggaplah KOAS sebagai jenjang selanjutnya untuk kita dapat belajar lebih banyak lagi. Jadikan KOAS sebagai kesempatan kita untuk melahap pengalaman sebanyak-banyak. Ketika ditanya apakah anda sudah siap,, tak perlu ragu jawab "YA SAYA SANGAT SIAP..."
Dengan berfikir positif seperti itu, maka hal-hal positif akan mendekat ke kita. Selain itu, dengan optimis, otak akan bekerja lebih dari rata-rata otak kita biasanya bekerja. Percaya dehhh...

Bagaimana mengatasi biaya KOAS yang mahal??
Anda punya teman, joinlah dalam membeli alat dengan mereka. Carilah teman yang jauh absennya agar tidak bertabrakan ketika menggunakan alat. Selain itu, anda bisa pinjam ke kakak kelas yang sudah mau selesai, atau adek kelas yang mungkin punya. Jika anda berkeinginan untuk membeli, jangan terburu-buru membeli. Survei harga dahulu, dan tanyakan kapan ada pameran. Karena ketika pameran, akan banyak diskon.

Bagaimana menghadapi dosen killer??
Itu hanya masalah mental, rasa takut itu hanya ada dalam tempurung kepala anda. Tak perlu lahh takut. Dosen juga manusia. Mereka melakukan "kegalakan" itu karena ingin melatih mental kita, dan agar kita dapat disiplin dengan profesi kita. Yakinilah bahwa dosen killer sebenarnya adalah quality control atas dokter gigi yang dididik di FKG.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar